Jumat, 28 Desember 2018

Cinta Yang Tulus, Tapi Menyakitkan


Jatuh cinta membuatku menjadi aneh dan berbeda, entah apa yang membuatku rela menunggu dan menutup pintu hati ini untuk orang lain, hanya memilih dia yang tak pasti akan menjadi milikku.





sebenarnya aku sudah tau kalau dia sudah tidak punya rasa denganku, tapi rasaku sudah terlanjur aku kunci untuk dia (sulit rasanya lepas dari dia) terlanjur aku berikan seutuhnya untuk dia, entah takdir apa yang aku alami ini, 3 tahun menjalani status yang tidak pasti, berharap yang tidak pasti.





selama ini aku lebih memilih mengalah dalam memanage sebuah perasaan, aku lebih mementingkan perasaan dia daripada perasaanku sendiri, aku selalu mencoba memberi perhatian lebih kepadanya walaupun semua itu terasa tiada artinya, tak ada balasan apapun yang membuatku lebih baik.





aku rela sakit untuk dia, aku rela menderita demi dia, apakah ini benar-benar cinta atau hanya nafsu belaka, kucoba mencari petunjuk, aku memohon pertolongan kepada tuhan Allah SWT, memohon petunjuk dan bimbingan sesuai dengan ajaran islam dengan melakukan istikhoroh dan sebagainya, namun semua jawaban tak ada yang pasti dan hatiku masih condong kepadanya.





entah depresi tingkat berapa yang aku alami sebenarnya, aku mencoba tegar tabah dan lebih menerima segalanya, semua apapun aku bisa menerima kecuali perasaan ini kepadanya yang tak pernah padam walaupun dia tak pernah memberikan sedikitpun hatinya untukku.





sejak awal aku sudah tau cerita asmaranya dengan seorang pria lain, sebelum aku mengenal dia, dia sudah punya seorang lelaki yang dia cintai. pria yang baik dan punya ilmu agama yang tinggi itu berhasil merebut hatinya.





mungkin aku akan menunggunya sampai takdir menjawab semua doa-doaku.



EmoticonEmoticon