Terlihat baik dimata orang itu tidak penting


Terlihat baik dimata orang itu tidak penting, yang penting itu kita benar menjalankan apa yang menjadi kewajiban kita selalu meningkatkan iman dan taqwa kita.





Allah akan memperlihatkan sesuatu menurut orang lain tidak baik pada diri kita agar kita bisa lebih mengoreksi diri menjadi lebih baik dari sebelumnya, walaupun belum tentu benar apa yang dilihat orang lain tentang keburukan kita.





Manusia biasa tidak ma'sum, yang terjaga dari kesalahan seperti nabi dan rosul, kita manusia berpotensi salah.





Tapi Dengan kesalahan itu bagaimana kita menjadikannya sebagai bahan untuk muhasabah (mengoreksi diri).





Kisah Sekelas ulama' soleh yang pada jaman dulu melakukan riset. Untuk mencatat kebaikan dan keburkan dalam sehari.





1. Setiap melakukan kebaikan/pahala maka saku/kantong kanan akan disi dengan kerikil.
2. Setiap melakukan kesalahan/dosa maka saku/kantong kiri akan diisi kerikil.





Setelah 24jam apa yang terjadi? Ternyata saku/kantong kiri yang artinya kesalahan/dosa lebih banyak daripada kebaikan2. 
Itu ulama' seperti itu apalagi orang2 biasa yang hidup dijaman millenial sekarang ini.





Artinya apa?
Pikir sendiri sudah gede-gede.





Hati-hatilah mencap orang lain jelek begini-begitu, tabayyunlah. Bisa jadi dengan begitu malah anda akan mendapat buruknya/dosanya, sedangkan yang anda cap keburukannya rontok dosanya, nanti bisa rugi sendiri.





Semoga kita bisa lebih baik dari sebelumnya. Lebih bertaqwa, lebih meningkat imannya, dan dapat petunjuk dan bimbingan Allah dari setiap masalah yg kita jalani.





salam: Ahlinya ahli, intinya inti, core of the core.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan mengira diriku sebagai orang baik

Limit Otomatis Simple Queues Mikrotik Pada DHCP Client Leases